![]() |
| ASI makanan terbaik untuk bayi |
Protein
Lebih tinggi pada susu sapi. Terutama kasein, yang menyebabkan susu sapi lebih kental dari air susu ibu. Protein air susu ibu terutama adalah alfa-laktal-bumin (sari protein), yang sangat larut dan mudah dicerna. Alergi susu sapi seringkali karena β-laktoglobulin, yang tidak ada pada air susu ibu. Perbedaan dalam kadar asam amino (misalnya, kadar taurin susu sapi relatif lebih rendah), menyebabkan pemanfaatan protein susu sapi oleh tubuh kurang efisien dan banyak diekskresikan.
Lemak
Diit Ibu akan sangat menentukan komposisi asam lemak dan berbagai kandungan lemak lainnya. Kandungan lemak air susu ibu akan lebih tinggi sehabis bayi menyusui dibandingkan pada saat galaktosa sebelum diserap.
Mineral
Berupa kalsium, fosfor, besi, tembaga dan seng. Kandungan besi sangat rendah pada air susu ibu dibandingkan susu sapi, akan tetapi absorpsinya lebih baik. Kandungan kalsium air susu ibu lebih rendah daripada susu sapi. Tetapi, meskipun kandungan kalsium susu sapi lebih tinggi, setelah diabsorpsi kandungan fosfor (yang juga tinggi pada susu sapi murni) akan menekan kandungan kalsium serum dan dapat menyebabkan kejang-kejang pada neonatus. Formula susu bayi yang sudah dimodifikasi (layak minum) akan mempunyai rasio Ca:PO4 yang mirip dengan air susu ibu.
Vitamin
Baik air susu ibu maupun susu sapi tidak cukup mengandung vitamin D pada bulan-bulan pertama. Diperlukan tambahan vitamin D per oral pada bayi-bayi yang kurang mendapat sinar matahari. Kandungan vitamin C bervariasi, tergantung diit ibu. Biasanya untuk bulan-bulan pertama akan memadai. Susu kambing kurang mengandung asam folat dan tidak cocok untuk makanan bayi, kecuali ditambah kandungan folatnya.
Nilai Kalori
Kira-kira 20 kkal/30 ml, baik pada air susu ibu maupun susu sapi.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ASI lebih unggul dibadingkan dengan susu sapi.
![]() |
| ASI lebih baik daripada susu sapi |
Konsultasi dan diskusi kelompok akan membantu meningkatkan pandangan positif ibu terhadap menyusui. Idealnya suami ikut serta, karena bantuannya merupakan faktor penting dalam menentukan kebehasilan menyusui.
Persiapan Pemberian ASI
Klinik laktasi harus merupakan bagian rutin perawatan antenatal.
1. Pada tahap awal kehamilan.
Inspeksi payudara dan putting susu: Agar menyusui berlangsung efektif, puting susu harus dapat ditarik ke luar dengan mudah, sehingga bayi dapat memasukkannya dengan mudah kedalam mulut. Bila tidak, bayi hanya akan mengisap ujungnya saja dan melukai putting susu. Jika puting masuk kedalam, harus dipergunakan pelindung payudara, dipakaikan di bawah kutang yang cukup erat. Pelindung tersebut memiliki lubang di tengahnya, sehingga puting dapat menonjol ke luar pada waktu payudara tertekan. Pelindung tersebut harus dipakai selama kehamilan jika memang puting susu sulit keluar. Dengan demikian puting susu akhirnya akan tetap menonjol.
2.Kira-kira pada kehamilan 13 minggu.
Berikan instruksi agar melakukan perahan manual. Alasannya:
Pengeluaran kolostrum secara teratur selama kehamilan akan mencegah sumbatan yang disebabkan oleh bahan-bahan yang membeku, sehingga payudara tidak terlalu kencang pada waktu air susu mulai keluar (saat kehamilan cukup bulan).
![]() |
| Pemerahan air susu manual |
Bila ibu telah terbiasa dengan instruksi tersebut, maka pada waktu masa menyusui ia sudah terbiasa melakukan pemerahan manual yang diperlukan bila, misalnya Ingin mengurangi kekencangan payudara, memberikan air susu ibu melalui botol, dan bila bayi tidak dapat disusui langsung. Pemerahan Manual dapat dilakukan dengan cara memeras payudara, dimulai dari perifer kearah areola: hal ini diulangi beberapa kali; atau dengan cara memencet sinus laktiferus dengan jempol dan jari telunjuk tangan yang satu, sementara tangan yang lain menyangga payudara.
Frekuensi: pemerahan manuil sebaiknya dikerjakan selama kira-kira 5 menit setiap hari, sampai kehamilan cukup bulan.
Kegagalan Laktasi
Kadang-kadang, ada ibu yang tidak ingin menyusui bayinya karena berbagai alasan. Misalnya:
1.Bayangan sakit karena dulu pernah lecet puting susunya, atau pernah mengalami abses payudara.
2.Usaha menyusui sebelumnya kurang berhasil.
3.Bayangan tidak perlu berlelah-lelah bila ada orang lain yang dapat memberikan susu botol.
4.Kosmetik-takut akan jadi kurang cantik.
5.Reaksi perubahan psikologi yang mendalam.
Kegagalan Masa Neonatus
1. Puting susu kurang baik
- Jika putting susu masuk ke dalam (inverted), bayi tidak dapat mengulumnya dengan baik dan tidak dapat mengisap air susu.
- Jika puting susu hanya menonjol sedikit, bayi berusaha mengulumnya tetapi tidak dapat sampai ke areola, bahkan akhirnya hanya menggigit puting susu dan mengakibatkan luka yang akan membentuk fisura putting susu.
- Selama kehamilan, puting susu harus diperiksa berkala. Bila perlu anjurkan pemakaian pelindung puting susu.
- Setiap kali menyusui masukkan puting susu ke dalam mulut bayi dengan benar.
- Tunda menyusui apabila ibu merasa puting susunya sakit. Periksalah, apakah ada fisura. Biasanya langsung terlihat. Jika ada, jangan menyusui bayi pada payudara tersebut sampai fisuranya sembuh. Sementara itu, perahlah susu secara manual dan berikan dengan botol. Penyembuhan fisura dapat dibantu dengan mengoleskan lanolin.
Pada beberapa wanita, terutama primipara, produksi air susu sangat cepat dan mengakibatkan payudara terlalu kencang. Gejalanya antara lain : Ibu akan mengeluh nyeri dan sakit di sekitar payudara, sehingga tak bisa tidur pada malam hari. Menyusui bayi akan menyebabkan rasa sakit, karena puting susu pasti akan mengalami keretakan.
Pada pemeriksaan didapatkan Payudara teraba panas, keras dan membengkak. Dapat teraba lobulus seperti meraba benjolan-benjolan, Air susu tidak dapat keluar spontan ataupun bila diperah tidak langsung keluar. Isapan bayi juga tidak segera mengeluarkan air susu.
Prognosis tanpa Pengobatan: Selama minggu ke dua, pembengkakan akan berkurang dan payudara akan mengalami involusi. Selama beberapa hari bayi masih tetap mendapatkan cukup air susu, tetapi aliran susu semakin lama semakin berkurang dan akhirnya berhenti sama sekali.
Pencegahan: Melakukan pemerahan kolostrum secara teratur selama masa antenatal, akan membantu mencegah atau mengurangi komplikasi ini.
Pengobatan:
- Pemberian estrogen: biasanya tidakdiperlukan
- Pengobatan lokal: kompres dingin dapat membantu
- Pemerahan manual: Pada keadaan akut biasanya sulit di kejakan. Tetapi, begitu memungkinkan, harus segera dikerjakan untuk memcegah involusi.
Kompilkasi pembengkakan payudara
- Puting susu retak-retak :Hampir selalu terjadi bila disusukan pada bayi.
- Abses Payudara: dapat terjadi karena keretakan puting susu. Gejala Klinis dan pengobatannya. Lihat buku teks Ilmu Bedah



0 comments — Skip to Comment Box
Post a Comment