Insiden hipoglikemia simptomatik pada bayi baru lahir di Amerika bervariasi dari 1,3 - 3 per 1000 kelahiran hidup. Insiden meningkat pada bayi risiko tinggi. Prognosis tergantung penyebab dan terapi dini. Keterlambatan terapi dapat menyebabkan kerusakan otak yang menetap khususnya pada bayi kecil dan prematur. Hipoglikemia yang berlangsung lama atau berulang dapat berpengaruh besar terhadap perkembangan dan fungsi otak. Apabila disertai hipoksemia dan iskemia, hipoglikemia dapat menyebabkan kerusakan otak yang menetap.
Glukosa merupakan bahan yang sangat penting untuk metabolisme neuron. Untuk mencegah terjadinya komplikasi maka kadar glukosa darah harus berkisar 80-90 mg% (normal). Untuk upaya preventif, maka pemeriksaan kadar gula darah harus segera dilakukan pada BBLR, bayi prematur, asfiksia, makrosomia, anak sakit berat, dan apabila dijumpai tanda/gejala hipoglikemi.
Adapun faktor-faktor pemicu timbulnya hipoglikemia antara lain,
- Ibu menderita diabetes melitus
- Obesitas saat lahir mendukung ke arah hiperinsulinisme.
- Kolestasis dan mikropenis mendukung ke arah hipopituitarisme.
- Hepatomegali termasuk anamnesis atau pemeriksaan fisis seringkali akibat dari glycogen storage disease atau defek glukoneogenesis
- Miopati merupakan tanda defek fatty acid oxidation dan glyco. gen storage disease.
- Minum obat-obatan sebelumnya (misalnya etanol, salisilat hipoglikemik oral)
- Komponen dalam diet yang merupakan petunjuk adanya in born error of metabolism antara lain pada galaktosemia penyakit maple syrup urine, dan intoleransi fruktosa.
Hipoglikemia harus segera diatasi dengan langkah yang tepat sehingga lebih baik segera dibawa ke dokter atau klinik terdekat.Description: Hipoglikemia Rating: 4.5 Reviewer: Anev ItemReviewed: Hipoglikemia

0 comments — Skip to Comment Box
Post a Comment