Penyebab dan mekanisme terjadinya hingga kini masih belum jelas. Dapat terjadi karena gangguan fungsi hormon, kosmetik, obat-obatan, kekurangan nutrisi tertentu, gangguan fungsi hati, faktor genetik, serta faktor-faktor lainnya. Sebagian besar kasus terjadi pada saat kehamilan (50-70%) atau memakai kontrasepsi hormonal (7-29%).
Gejala yang muncul biasanya mengikuti 1 dari 3 pola di wajah yang cukup simetris, yaitu: pola sentrofasial: meliputi pipi, dahi, bibir atas hidung dan dagu (63%), pola malar: pada pipi dan hidung (21%), dan pola mandibular: meliputi ramus mandibula (16%)
Lesi berupa makula,tepi iregular, bergerigi, menyerupai peta dan cukup simetris. Dapat berwarna coklat (tipe epidermal), biru abu-abu (tipe dermal), atau coklat abu-abu (tipe campuran).
Pemeriksaan dengan lampu Wood, dapat membedakan melasma menjadi tipe epidermal: warna lesi lebih kontras; tipe dermal: warna lesi tidak bertambah kontras; tipe campuran: warna lesi ada yang bertambah kontras, ada yang tidak
Pengobatan :
Umum :
- hindari sinar matahari langsung (07.00 s/d 16.00)
- gunakan tabir surya (SPF > 30)
- menghilangkan/mengurangi faktor etiologi atau predisposisi
Topikal :
- hidroquinon 2-5% (krim, gel, losio)
- asam retinoat 0,05%-0,1% (krim, gel)
- asam azeleat 20% (krim)
- asam glikolat 8-15% (krim, gel, losio)
Sistemik :
- asam askorbat
- glutation
Bedah kimia
Bedah laser :
Q Switched Nd: Yag (532 &1064 nm)Description: Melasma Rating: 4.5 Reviewer: Anev ItemReviewed: Melasma

0 comments — Skip to Comment Box
Post a Comment